.
YAYASAN
SINAR QOLBUN SALIM
YAYASAN
SINAR QOLBUN SALIM
Login

Buku Panduan Qiro’ah 2021


Disusun oleh: Ustadz Iwan Supriatna. SAg. MSi

BAB I

PENDAHULUAN

Al-Qur’an  adalah kitab Alloh yang diturunkan kepada nabi Muhammad Sholalloohu ‘alaihi wasallam, yang membacanya termasuk ibadah.

Membaca Al-Qur’an  dengan seni, pada hakekatnya telah muncul sejak  zaman Rosululloh Sholalloohu ‘alaihi wasallam. Banyak para sahabat  Nabi dengan sadar atau tidak , mereka telah membaca Al-Qur’an   dengan alunan suara yang sangat merdu serta indah menurut kondisi pada saat itu, kendatipun irama dan nada lagunya belum tersusun rapi. Hal ini menunjukkan  bahwa membaca Al-Qur’an  dengan  suara serta lagu  yang indah  merupakan  perkara yang baik dan disukai  Rosululloh Sholalloohu ‘alaihi wasallam. serta para sohabatnya. Demikianlah Rosululloh bersabda  “Sesungguhnya Alloh itu Indah dan sangat menyukai kepada yang indah (keindahan).”

Rosululloh bersabda: “Hiasilah Al-Qur’an  dengan suaramu, karena sesungguhnya suara  yang bagus  akan menjadikan bacaan Al-Qur’an bertambah bagus pula” (HR. Al-Hakim)

Rosululloh juga pernah memuji seorang sohabat yang bernama Abu Musa Al-Asy’ari karena suaranya dan lagunya yang bagus ketika membaca Al-Qur’an , Nabi Muhammad bersabda “Wahai Abu Musa sungguh engkau telah dianugerahi suara seperti suara Nabi Daud ‘Alaihi ssalam.”

Dalam  Hadits  lain  dikatakan   bahwa: “Alloh   tidak mendengarkan sesuatu seperti Alloh mendengarkan seorang nabi yang merdu suaranya melagukan Al-Qur’an  dengan mengeraskan suaranya.”

Imam Nawawi dalam kitabnya Attibyan mengatakan: “arti adzina adalah mendengarkan, yaitu merupakan suatu petunjuk bahwa Alloh meridhoi dan menerimanya.”

Adapun menurut Imam  Syafi’i, yang dimaksud  dengan YATAGHONNA BIL QUR’AN  adalah membaguskan suara dalam membaca Al-Qur’an. Berdasarkan Hadits diatas jelaslah kiranya bahwa membaca Al-Qur’an  dengan suara yang merdu dan indah adalah perbuatan yang baik dan merupakan perkara yang terpuji bahkan selayaknya diusahakan.

Untuk melengkapi keterangan  tersebut , kami ingin mengetengahkan sebuah penjelasan  dari Imam Nawawi  dalam kitabnya  Attibyan, beliau berkata:

“Para ulama Salaf dan Kholaf dari golongan sahabat serta Tabi’in dan orang-orang yang sesudah mereka yang terdiri dari  ulama  negeri – negeri yang menjadi imam-imam kaum muslimin , mereka telah bersepakat atas sunatnya memperbagus suara dalam membaca Al-Qur’an.

Adapun yang menjadi latar belakang disunatkannya membaca  Al-Qur’an   dengan membaguskan suara adalah , disamping untuk menghormat  Al-Qur’an  itu sendiri, menjaga keindahan bacaannya, juga tentunya akan lebih mengesankan kepada pendengarnya atau pembacanya sendiri. Namun perlu pula dicatat bahwa hukum sunah  membaca dengan lagu itu akan berbalik menjadi haram apabila suara yang indah dan  yang bagus itu sampai melanggar ketentuan TAJWID.

Dalam hal ini, Imam Mawardi dan Imam Syafi’i  telah  menyampaikan bahwa,  membaca Al-Qur’an  dengan suara yang bagus dan merdu  serta indah ialah apabila dalam mengucapkan lafadz-lafadznya ternyata menyalahi kaidah-kaidah ilmu Tajwid, maka hukumnya menjadi haram.

BAB II

PERBAIKAN SUARA DAN PERNAFASAN

Suara dan nafas adalah modal dasar bagi sorang Qori / Qori’ah. Suara yang merdu lagi kuat yang ditunjang dengan nafas yang panjang adalah type ideal bagi seorang Qori / Qori’ah. Kita tahu bahwa suara adalah semata-mata merupakan anugerah dari Alloh Subhanahu Wata’ala, bahkan merupakan amanat yang harus kita jaga keberadaannya, supaya digunakan sebagaimana  mestinya, namun sering kali kita tidak tahu dengan kadar suara yang  kita miliki, karena kita tidak pernah berupaya memperbaikinya, maka ia katakan bahwa suara saya jelek, padahal Alloh menganugerahkan suara itu sama kepada manusia, tinggal tergantung kita yang berupaya untuk melatih dan memperbaiki suara itu, jika ingin bagus, maka suara itu harus senantiasa kita latih, tidak dibiarkan apa adanya tanpa adanya perbaikan. Sesungguhnya  semua suara itu  bisa diperbaiki dan bisa diperindah asal kita berusaha dan niat.

Diantara cara yang sebaiknya kita lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Sering-seringlah bersenandung dengan nada menengah atau tinggi dan ini sebaiknya dipraktikkan setiap hari, tentunya melihat kondisi yang tepat, dan waktu yang tepat pula.
  2. Tenggorokan ibaratnya adalah pita, jika pita itu kotor, maka suara yang muncul tidak bagus dan akan kotor pula. Dalam hal ini banyak para Qori yang menggunakan cara bergurah,yakni mengeluarkan dahak atau lender yang mengotori pita suara dengan cara tertentu. Usaha ini dibenarkan oleh dokter dengan catatan  melalui cara yang wajar dan tidak membahayakan.
  3. 3. Banyak cara Qori /Qori’ah yang menjaga diri dari makanan-makanan yang kurang cocok bagi  tenggorokannya, seperti makanan yang berminyak, buah-buahan yang    mengandung  getah seperti pisang, mentimun, salak, dan lain-lain, namun itu semua sifatnya  kondisional  dan  tidak  dapat  dijadikan sebagai ukuran umum. Sebab kondisi seseorang dengan yang lainnya kerap kali   berbeda.

Suara yang indah akan lebih mudah mengalunkan manakala nafas yang kita miliki mendukung, panjang nafas akan memudahkan kita dalam menyajikan lagu yang kita kehendaki.

Untuk usaha perbaikan nafas ini ada beberapa cara berlatih yang sebaiknya ditempuh, yakni sebagai berikut:

  1. Berolahraga pada waktu pagi dan sore hari akan sangat mendukung proses perbaikan suara.
  2. Latihan pernafasan  setelah berolahraga pagi hari, dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Mengeluarkan nafas-nafas yang kotor, kemudian menghirup udara yang bersih.
    2. Dilanjutkan dengan menarik  nafas sebanyak-banyaknya, lalu ditahan sejenak, kemudian dikeluarkan  dengan perlahan. Hal Seperti ini sebaiknya  dilakukan berulang-ulang setiap pagi hari, terutama setelah  Subuh.
    3. Tahap berikutnya , menarik nafas  ditahan  lalu dikeluarkan dengan bersuara, seperti: …aaaaaaaa / ……….iiiiiiii /….uuuuuuu /….aaaiiiiiuuuuu dalam satu nafas.
    4. Selanjutnya latihan  nafas, bila langsung membaca Al-Qur’an  dengan memilih ayat yang panjang-panjang atau ayat-ayat pendek yang di washol atau yang disambung-sambung, seperti membaca surat Al-Fatihah dengan tidak terputus  dari Basmalah sampai waladhdhollin.
    5. Cara yang lain  yaitu menggunakan api lilin, cara seperti ini sangat mudah sekali. Sebelum lilin kita nyalakan, terlebih dahulu kita persiapkan sesuatu yang dibutuhkan  antara lain:
  • meja untuk tempat lilin,
  • ruangan (kamar) yang terjaga dari masuknya angin  (maksudnya angin yang dapat mengganggu ketenangan nyala api lilin,
  • Perut dalam kondisi tidak terlalu kenyang
  • Berpakaian yang tidak terlalu ketat atau longgar.

Caranya:

Langkah pertama adalah lilin terlebih dahulu dinyalakan, kemudian diletakkan  diatas meja, mulut bersiap untuk meniup lilin, jarak lurus antara mulut dengan  lilin kurang lebih 10 cm dan  kita berada dalam posisi duduk tegak lurus, kepala agak menunduk ke bawah. Mulailah menarik nafas sekuat-kuatnya, selanjutnya kita hembuskan  atau kita keluarkan secara pelan-pelan, kita tujukan tiupan tersebut ke arah lilin sehingga api lilin condong (miring posisinya), setelah nafas habis kita coba lagi, dan terus diulang-ulang sampai ada perubahan. Dan jangan lupa bahwa setiap kali kita mencoba berlatih meniup lilin harus disiapkan jam yang berfungsi untuk mencatat kemajuan waktu yang dicapai dalam setiap latihan meniup lilin, sekaligus untuk membedakan antara latihan pertama, kedua dan seterusnya. Dan upayakan pada setiap latihan senantiasa terjadi perubahan, semakin lama  waktu yang kita tempuh.

 

  1. f. Lari kecil, Cara seperti ini  juga sangat mudah dilakukan oleh setiap orang yang memiliki badan sempurna (tidak cacat) dan  langkah-langkanya hampir sama dengan penjelasan di atas, bedanya hanya sedikit, yakni pada saat kita mengeluarkan nafas pelan-pelan dalam keadaan lari, dengan cara:

Lari  dalam  keadaan  menahan  nafas , dan untuk meningkatkan kita berlatih  bisa dengan membawa jam, atau Stop Watch (pengukur waktu lari).atau bisa juga dengan menggunakan hitungan.

contoh: latihan pertama kita mengelilingi lapangan sepak bola mampu dua kali putaran, dan latihan yang kedua kita upayakan mampu mengelilingi lebih dari dua putaran, dan seterusnya

 

  1. Menyelam dalam air. Ini juga merupakan salah satu cara yang baik untuk  mengukur  nafas kita. Cara yang  harus  ditempuh  adalah:

 

Bersiaplah  untuk  menyelam, pertama-tama tarik nafas dalam-dalam,  kemudian  masuk  kedalam  air, cobalah  tahan nafas  beberapa  saat, kemudian  secara pelan keluarkan sedikit demi sedikit, bersamaan  dengan  itu  hitunglah  setiap  kali kita    menyelam.

BAB  III

SUARA  DAN  LAGU

A. PENGERTIAN

Suara adalah segala sesuatu yang ditimbulkan oleh sesuatu yang mengeluarkan bunyi. Tapi  dalam hal ini yang dimaksud suara adalah ucapan yang bebunyi yang keluar dari mulut yang merupakan  tempat keluarnya huruf (makhorijul huruf). Suara  biasa disebut juga bunyi atau nada.

Bila kita berbicara tentang suara banyak sekali ragamnya, dan antara suara pria jelas dapat dibedakan, bahkan tinggi rendahnya suara pun ada aturan serta namanya. Sebagaimana yang kita kenal ada yang disebut: Tenor, Bariton, Bas, Sopran, mezo sopran, Alto atau contra Alto.

Jika kita menghentak-hentakkan kaki di atas lantai maka akan mengeluarkan suara, atau pada saat kita memukulkan  benda di atas bangku maka akan timbul juga suara. Apabila pada satu saat  yang  bersamaan kita  memukulkan pensil dan pulpen ke atas meja, maka yang terjadi adalah timbul dua suara, terlebih apabila cara memukulkan secara serasi maka akan terciptalah perpaduan dua suara, yang demikian biasa disebut dengan IRAMA atau dalam istilah lain disebut MUSIK.  Sebab dari dua unsur / alat menimbulkan suara yang beraturan.

Bila kita membanting pintu, dan memukulkan tinju di atas meja, itupun akan mengeluarkan suara, dan suara itu disebut gaduh dan yang demikian biasa disebut orang sebagai  suara yang diakibatkan oleh orang yang emosi, marah / berang.

Mari kita perhatikan burung-burung yang berkicau, laksana bernyanyi…dipagi hari,…..mengalun merdu…syahdu merayu …sungguh menawan kalbu.

Demikianlah burung pun bisa mengeluarkan suara, maka jelaslah bahwa  banyak hal di sekeliling kita yang mampu menimbulkan suara. Namun dalam hal ini kami akan membagi suara dalam dua hal secara garis besar, yakni suara yang kasar / gaduh dan suara halus / lembut.

 

Yang kami maksud dengan suara disini tentunya bukanlah suara benda-benda disekeliling kita atau suara-suara binatang, akan tetapi suara manusia dalam membaca Al-Qur’an  dengan dilagukan.  Karena suara itu akan kita gunakan untuk melagukan Al-Qur’an, maka tentunya akan lebih baik jika suara  tersebut berkualitas baik, merdu, halus, lembut bening dan sebagainya. Dan untuk hal tersebut sangat dibutuhkan latihan dan olah vokal untuk lebih memantapkan kita dalam membaca Al-Qur’an  dengan  suara yang baik dan benar menurut kaidah-kaidah  bacaan Al-Qur’an .

 

B. SUARA YANG BAIK

Menurut pandangan seni baca Al-Qur’an  suara yang baik   adalah:

  1. Tidak sumbang (Fals)
  2. Merdu
  3. Halus / bening
  4. Teratur tinggi rendah nada
  5. Kharisma / pengaruh
  6. Tril, getaran pluruk

 

Alunan suara yang merdu dan bening  dengan kemampuan  pembawaan tinggi rendahnya suara (nada) yang di dalamnya penuh dengan (irama) dan getaran suara (tril) yang mengandung  kharisma (pengaruh).

Sifat suara  yang demikian akan dapat menyentuh  kalbu seseorang, apalagi jika yang dibacanya betul-betul dihayati dengan keadaan mimik yang tepat (ekspresi).

 

B. LETAK SUARA

 

Meskipun kita tak akan membahas secara luas tentang suara, namun alangkah baiknya kita mengetahui  dimana letak suara kita dan alat-alat apa  saja yang  dapat menimbulkan suara tersebut.

Pada dasarnya  suara itu timbul dari getaran sesuatu benda atau biasa disebut  frekwensi. Misalnya kita petik dawai gitar, atau senar nilon yang direntangkan antara satu paku dengan   paku   yang   lain   diatas   papan.   Maka    bergetarlah dawai  gitar atau senar nilon  dengan  menimbulkan suara. Semakin kuat kita memetiknya, maka semakin kuat pula suara yang ditimbulkannya.

Dapat dibuktikan bahwa petikan dawai gitar lebih kuat suaranya daripada  petikan senar nilon. Apa gerangan sebabnya? Sebelum kita menjawab  pertanyaan tersebut, terlebih dahulu kita tinjau tentang getaran suara atau frekwensi. Seperti telah kita ketahui bahwa kuata dan lemahnya, nyaring dan pelahannya suara tergantung dari kerasnya atau pelannya kita dalam menggunakan alat tersebut.

C. TINGKATAN SUARA

Tingkatan suara  dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan yang disebut nada.

  1. Tinggi rendahnya suara ( nada )
  2. Tinggi rendahnya nada (Pitch)
  3. Kuat  lembutnya nada (power)
  4. Kualitas nada : kesan yang diterima oleh pendengaran  kita.
  5. Besar kecilnya suara  (toon)
  6. Suara besar   (bass)
  7. Suara kecil  (tribel)

 

Tinggi rendahnya nada dan kuat lembutnya nada tergantung pada jumlah  getaran perdetiknya, dan seterusnya.

Marilah kita menjawab pertanyaan apa sebabnya suara gitar lebih keras dari pada senar yang direntangkan diatas papan ?

Perhatikan bagan anatomi tubuh manusia dari bagian tengah  keatas (lihat gambar pada halaman berikut), dan perhatikan organ-organnya, seperti:

  1. Bibir
  2. Lidah
  3. Rongga mulut
  4. rongga hidung / resonator (penampung suara)
  5. rahang bawah
  6. langit-langit keras.
  7. langit-langit lunak
  8. klep / pita susra (larynx)
  9. Trachea / tenggorokan (pita suara)
  10. Bronchi
  11. paru-paru / pernafasan
  12. Diafragma (otot-otot paru-paru)
  13. dan 14  Rongga resonator

 

Disini  tidak akan dibahas tentang fungsi  dari masing-masing organ tubuh tersebut, terkecuali yang masih berhubungan  dengan suara.

Keterangan:

  1. Bibir
  2. Lidah
  3. Rongga mulut
  4. rongga hidung / resonator (penampung suara)
  5. rahang bawah
  6. langit-langit keras.
  7. langit-langit lunak
  8. klep / pita susra (larynx)
  9. Trachea / tenggorokan (pita suara)
  10. Bronchi
  11. paru-paru / pernafasan
  12. Diafragma (otot-otot paru-paru)
  13. dan 14  Rongga resonator

GAMBAR  TEMPAT  KELUAR  SUARATAMPAK DEPAN

GAMBAR  TEMPAT  KELUAR  SUARA TAMPAK  DARI  SAMPING

E. PERNAFASAN

Udara yang  kita hirup (sebaiknya) melalui  rongga hidung langsung masuk menuju kedalam paru-paru. Ini dilakukan apabila hidung kita tidak dalam keadaan tersumbat. Setelah zat oksigen  yang dibutuhkan oleh  tubuh  kita terserap, maka udara yang telah kotor itu kita keluarkan kembali (dihembuskan). Sedangkan  mengeluarkan nafas seyogyanya melalui mulut.

Itulah yang disebut pernafasan. Dan demikianlah kerja paru-paru yang tiada pernah henti  setiap  saat, tak pernah mengenal lelah, dan tak pernah mengeluh.  Dan apabila  paru-paru kita mogok  melaksanakan tugasnya, artinya kita sudah meninggal.

Maka sepantasnyalah kita mensyukuri nikmat  dan karunia Alloh yang   tiada tara itu dengan cara mempergunakan   nafas   dan   hidup  kita  semata-mata  kita  baktikan untuk mencari ridho Alloh, yang salah satunya detak jantung kita isi dengan kalamulloh (baca Al-Qur’an ).

  1. TIMBULNYA SUARA

Jika kita hendak mengeluarkan suara, maka udara yang telah tertampung di paru-paru secara  refleks dan otomatis  ditekan oleh otot-otot  paru-paru (diafragma) dan dengan  diatur  menurut  kehendak  kita uadara dari  paru-paru  keluar  melalui  pipa suara (Bronchi dan Trachea).

Tekanan-tekanan udara yang membentur-bentur dinding klep suara (Larynx) menimbulkan getara-getaran suara (frekwensi). Udara  yang telah  di produksi menjadi  suara keluar  melalui resonator mulut, resonator hidung  kemudian  disusul dengan kerja lidah , bibir, rahang  bawah untuk menimbulkan suara huruf / kalimat  yang  dikehendaki  oleh  kita. Oleh   karena   adanya    resonator-resonator dada, mulut dan hidung maka suaranya atau getaran suara yang asalnya lemah berubah menjadi lebih kuat atau nyaring. Itu pulalah  kenapa sebabnya dawai-dawai gitar lebih  keras atau nyatring suaranya bila dibandingkan dengan  suara yang dihasilkan oleh nilon yang direntangkan diatas bilah papan, karena senar dawai gitar  dibawahnya ada resonator, sedangkan senar nilon yang direntang diatas papan  tanpa memiliki resonator.

Demikian tulisan ringkas ini semoga bermanfaat dalam upaya menyempurnakan ibadah kita.

Yaa Alloh Kami memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat

Rizki yang baik, dan amal ibadah yang Engkau terima, aamiin.


Pengasuh Yayasan

ustadz iwan supriatna
Ust Iwan Supriatna. SAg. MSI
donasi yayasan sinar qolbun salim

donasi yayasan sinar qolbun salim

Bank Syariah Indonesia
No rek. 7158371418
an. Iwan Supriatna

BSI (ex Bank Syariah Mandiri)
No rek. 7220007728
an. Yayasan Sinar Qolbun Salim

BSI (ex BNI Syariah)
No rek. 3676873360
an. Iwan Supriatna

donasi yayasan sinar qolbun salim

BPD DIY Syariah
No rek. 809211000436
an. Yayasan Sinar Qolbun Salim

BPD DIY Syariah
No rek 804211000030
an. Iwan Supriatna

donasi yayasan sinar qolbun salim

Bank Rakyat Indonesia (BRI)
No rek 024701028840509
an. Iwan Supriatna

donasi yayasan sinar qolbun salim

BPD DIY
No rek 005221008967
an. Iwan Supriatna

donasi yayasan sinar qolbun salim

Konfirmasi Donasi :

Kontak No Hp : 082328659995
Iwan Supriatna SAg. MSi
Atau Klik :
Copyright © 2021 Yayasan Sinar Qolbun Salim
Development by JogjaDigital